Tampilkan postingan dengan label ThulabIlmiSyar'i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ThulabIlmiSyar'i. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 01, 2016

Keutamaan Wanita Di Rumah

Dikeluarkan oleh Ath-Thabarani dalam al- mu'jam al-kabir (8914) dari jalur Abul Ahwas, dari Abdullah Bin Mas'ud Radhiyallähu'anhu berkata:
 
❝Sesungguhnya wanita itu aurat, dan sesungguhnya ketika wanita keluar dari rumahnya, dan tidak ada sesuatu masalah apapun dengannya, lalu syaithan menjadikan pandangan menjadi indah tertuju kepadanya. Dia (syaithan) berkata: Sesungguhnya tidak seorang pun yang engkau lewati melainkan engkau telah membuatnya takjub. Sementara wanita itu memakai pakaiannya (untuk keluar) , lalu ditanya: hendak kemana engkau? Maka dia menjawab: Aku ingin menjenguk orang sakit, atau melayat jenazah, atau shalat di masjid. Tidaklah seorang wanita menyembah Rabb- nya dengan yang lebih baik dari menyembah-Nya ketika ia berada di rumahnya.❞. (Shahih).
read more

Senin, Februari 22, 2016

Buruknya Akibat Kemaksiatan

Berkata Al-Allamah Ibnuk Qayyim Rahimahullähu: 

"Barangsiapa yang memperhatikan keadaan orang- orang yang hidup dimasanya, dan apa yang Allah 'Azza wa Jalla' hilangkan berbagai kenikmatan-Nya dari mereka, maka dia mengetahui bahwa semua itu terjadi akibat buruknya akibat kemaksiatan, seperti yang dikatakan: Jika engkau merasakan sebuah kenikmatan maka peliharalah. Sesunguhnya kemaksiatan itu menghilangkan berbagai kenikmatan.".

(Bada'iul fawaaid: 2/ 206).

read more

Jumat, Februari 12, 2016

Jangan Peduli Celaan Mereka!!!

Berkata Al-Allamah As-Sa'di Rahimahullähu:

❝Termasuk di antara hal yang bermanfaat, adalah Engkau mengerti bahwa gangguan manusia terhadapmu, terkhusus ucapan-ucapan buruk, tidaklah memudaratkanmu, namun memudaratkan mereka, kecuali jika Engkau menyibukkan dirimu untuk memperhatikannya, dan memberinya kesempatan untuk menguasai perasaanmu, maka di saat itu akan memudaratkanmu sebagaimana juga memudaratkan mereka. Namun jika Engkau tidak memperdulikannya, maka tidak akan memudaratkanmu sedikitpun.❞.

Al-Wasaail al-mufidah,hal: 24.
read more

Sabtu, Februari 06, 2016

Nasehati Saudaramu Dengan Lembut

Berkata Al-Allamah Rabi' Bin Hadi Al-Madkhali Hafidzahulläh:
 
❝Jika saudaramu melakukan kesalahan maka nasehatilah dia dengan lemah lembut, dan sampaikan kepadanya hujjah dan penjelasan yang semoga Allah 'Azza wa Jalla' memberi manfaat dengannya....
 Adapun jika engkau duduk sambil menunggu si fulan bersalah, lalu kamu bangkit dan bereaksi keras bahwa fulan telah melakukan ini dan itu, maka ini merupakan metode syaithan, dan bukan metode salafiyin.❞.
 
(Bahjatul Qari: 107).

read more

Kamis, Januari 21, 2016

Tunaikan Hak Allah 'Azza Wa Jalla' Dalam Kehidupan Dunia

Berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullähu:
 
"Seorang hamba memiliki dua kedudukan di hadapan Allah 'Azza wa Jalla': kedudukan pertama di hadapan Allah 'Azza wa Jalla' ketika shalat, dan kedudukan kedua di hadapan-Nya di hari pertemuan dengan-Nya. 

Maka siapa yang menegakkan hak-Nya pada kedudukan yang pertama, maka akan diringankan urusannya pada kedudukan kedua, dan siapa yang menganggap remeh pada kedudukan pertamanya dan tidak menunaikan hak-Nya, maka dia akan dipersulit pada kedudukan yang berikutnya. 

Allah 'Azza wa Jalla' berfirman: "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat)". (QS.Al-Insan:26- 27).

https://telegram.me/Askarybinjamal

read more

Selasa, Januari 05, 2016

Jadikan Tidurmu Sebagai Keadaan Terendahmu

Seorang mukmin berusaha mengisi waktu-waktu di masa hidupnya dengan berbagai hal-hal yang bermanfaat, dengan menjadikan hati, lisan, dan anggota tubuh senantiasa tersibukkan dengan perkara yang mendekatkan dirinya kepada Allah 'Azza wa Jalla', mulai dari bangun tidur hingga akan tidur kembali, dan tidur menjadi keadaannya yang paling rendah, sebab dia sedang beristirahat dari menjalankan ketaatan. 
 
Berbeda halnya dengan seorang fajir yang gemar berbuat kemaksiatan, waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang menjauhkan dirinya dari Allah 'Azza wa Jalla', sehingga ia senantiasa memudaratkan dirinya dan juga orang lain. Keadaan terbaik seorang yang fajir adalah disaat dia sedang tidur, sebab di kala itu dia sedang tidak melakukan perkara yang memudaratkan dirinya dan juga orang lain. Benar apa yang dikatakan oleh Khalid bin Ma'dan Rahimahullähu:
 
أدنى حالات المؤمن أن يكون نائما، وخير حالات الفاجر أن يكون نائما
"Keadaan terendah seorang mukmin adalah disaat ia sedang tidur, dan keadaan terbaik seorang yang fajir adalah juga disaat ia sedang tidur." (Hasyiyah 'alal muntaha,karya Al-Khalwati: 1/ 112).
read more

Selasa, Desember 22, 2015

Tiga Pintu Gerbang Menuju Neraka

Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullähu :
 
"Manusia masuk ke dalam neraka melalui tiga pintu:
- pintu syubhat yang mewariskan keraguan terhadap agama Allah 'Azza wa Jalla'
- pintu syahwat yang mewariskan sikap mengedepankan hawa nafsu daripada ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla'  dan keridhaan-Nya.
- dan pintu marah yang mewariskan permusuhan terhadap ciptaan-Nya.".
 
(Al-Fawaaid,hal:58).
read more

Selasa, Desember 15, 2015

Ingat Tujuan Hidupmu!

Berkata Imam Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullähu :

"Wahai hamba Allah, tujuan engkau diciptakan dan diwujudkan, adalah untuk mentauhidkan Allah 'Azza wa Jalla' mengagungkan perintah dan larangan-Nya, hanya kepada-Nya semata Engkau memohon segala kebutuhanmu, dan dengannya Engkau memohon pertolongan untuk mencapai perkara agama dan duniamu, dan mengikuti apa yang diajarkan oleh para rasul-Nya, Engkau tunduk dengan penuh ketaatan dan kerelaan, dan cinta terhadap apa saja yang diperintahkannya, dan membenci apa yang dilarangnya, Engkau mengharapkan rahmat dari Rabbmu, dan takut akan siksaan-Nya.".

(Majmu' fatawa Bin Baaz: 2/ 11).
read more

Selasa, Desember 08, 2015

Kapan Pertama Kali Orang Buta Bisa Melihat?

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari hadits Ummu Salamah Radhiyallähu'anha, bahwa Rasululläh Shalallähu ‘Alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya ruh jika dicabut, maka ia diikuti oleh pandangan mata".
 
Al-Hafizh An-Nawawi Rahimahullähu menerangkan hadits ini dalam syarah Muslim: "Maknanya adalah jika ruh keluar meninggalkan jasad, maka pandangan matanya mengikuti kemana ruh itu pergi.".
 
Ash-Shafadi Rahimahullähu menyebutkan dalam kitabnya "Nukatul Umyan", hal:18, menukil dari riwayat Ibnu Abid Dun-ya, bahwa sebagian ulama salaf berkata: "Bahwa sesungguhnya orang buta dapat melihat Malaikat Rabb-nya di saat ruhnya dicabut.".
 
Wallahu A'lam Bis Shawaab
 
read more

Minggu, Desember 06, 2015

Jangan Sampai Menyesal Di Hari Kemudian

Kita semua tentu menyadari bahwa hidup di dunia ada batasnya, dan setiap kita pasti akan menuju kehidupan Akhirat yang kekal, abadi selamanya. Sungguh merugi seorang hamba yang tidak memanfaatkan dunianya, untuk akhiratnya.
 
Berkata Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullähu: "Dunia adalah tempat beramal, akhirat adalah tempat pembalasan, barangsiapa yang tidak beramal di sini, niscaya dia akan menyesal di sana.". (Kitab Zuhud, Imam Baihaqi:282).
read more