Sabtu, Mei 09, 2009

Petunjuk Rasulullah dalam Thaharah dan Buang Hajat - 1

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, sebagaimana janji saya untuk posting kajian kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam secara berkala, maka InsyaAllah Ta’ala pada kesempatan ini saya akan memulainya dengan pembahasan awal, yakni Petunjuk Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam di dalam permasalahan thaharah (bersuci) dan buang hajat.

Perlu saya ingatkan bahwa apa-apa yang saya tulis disini adalah terjemahan secara tekstual (berdasar penjelasan Al-Ustadz Abu ‘Abduh Sholehudin) dari isi kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, di mana isi kitab ini hanya merupakan intisari atau point-point penting dari pasal-pasal yang ada pada kitab induknya, yakni kitab Zaad AlMa’ad.

Bagi yang menginginkan faedah yang lengkap dan jelas, Insya Allah di akhir postingan akan saya sediakan link untuk download audio rekaman kajian yang dibawakan oleh Al-Ustadz Abu ‘Abduh Sholehudin.

Berikut isi pembahasan awal kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
read more

Jumat, Mei 08, 2009

Pembahasan Kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

HadyuNabi Alhamdulillah, akhirnya di Karaba hadir juga ta’lim malam. Mulai tanggal 7 Mei 2009, Setiap kamis malam (ba’da Isya’) di adakan kajian kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, kitab ini dibahas oleh Al-Ustadz Abu ‘Abduh Sholehudin, seorang Assatidz yang pernah menimba ilmu di Darul Hadits Dammaj, Yaman. Sekarang ini beliau --- Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga beliau --- tinggal di daerah Klari, Karawang.

Kitab Hadyu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ini adalah intisari/ringkasan dari kitab Zaad AlMa’ad Fii Khairu Al’Ibad karya Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Untuk biografi beliau Rahimahullahu bisa dibaca di sini.

Kitab intisari ini disusun oleh Dr. Ahmad bin Utsman AlMajiid, salah satu staff pengajar di Jami’ah Ibn Su’ud Riyadh, Saudi Arabia.
read more

Kamis, April 30, 2009

Jangan Bersedih Saudaraku…

Sesungguhnya hak Allah Ta’ala adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang telah ditentukan-Nya. Oleh karena itu bersabarlah dan carilah ridho Allah. (Muttafaqun ‘Alaih).

Dan, adalah hak Allah Ta’ala juga mengambil kembali ayahanda tercinta pada hari Rabu, pukul 02.15 wib tanggal 29 April 2009…  “Ya Allah! Ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

Semoga artikel berikut bisa menawarkan rasa duka saat kita mengalami kehilangan orang yang kita cintai.
read more

Kamis, April 09, 2009

Hukum Mayoritas

Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.

Apa Itu Hukum Mayoritas ?
Yang dimaksud dengan hukum mayoritas dalam pembahasan ini adalah suatu ketetapan hukum di mana jumlah mayoritas merupakan patokan kebenaran dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti, walaupun ternyata bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

Sejauh manakah keabsahan hukum mayoritas ini? Untuk mengetahui jawabannya, perlu ditelusuri terlebih dahulu oknumnya (pengusungnya), yang dalam hal ini adalah manusia, baik tentang hakekat jati dirinya, sikapnya terhadap para rasul, atau pun keadaan mayoritas dari mereka, menurut kacamata syari’at. Karena dengan diketahui keadaan oknum mayoritas, maka akan diketahui pula sejauh mana keabsahan hukum tersebut.
Hakekat Jati Diri Manusia
read more

Sabtu, Februari 28, 2009

PONARI dan Batu Petir

Ponari, nama yang sederhana, sesederhana orangnya. Tidak ada yang istimewa pada sosok bocah sepuluh tahun ini sampai suatu hari ia menemukan sebuah batu yang dikenal belakangan  dengan sebutan “batu petir” dan konon diyakini “sakti”, paling tidak oleh ribuan orang yang telah menjadi pasiennya. Batu yang dengan sekali celup, air celupannya bisa mengobati segala macam penyakit. Batu yang telah menjungkirbalikkan logika ribuan anak bangsa! 

Ponari, begitu pula Dewi Sulistiyowati dan entah siapa lagi bakal menyusul, telah menjadi sebuah fenomena berkat batu yang mereka temukan. Tapi yang lebih fenomenal dari itu semua adalah ribuan atau bahkan jutaan ummat manusia yang “tersihir” dan percaya terhadap eksistensi “batu petir” dalam proses penyembuhan. 

Bicara tentang batu, ummat Islam telah mengenal Hajar Aswad sebagai batu yang paling populer di tengah-tengah kehidupan beragama mereka, karena letak keberadaannya (di dinding Ka’bah) dan posisinya di dalam jiwa kaum muslimin, karena kaitannya dengan ibadah thawaf. 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, satu-satunya tauladan ummat, di dalam thawafnya mencontohkan untuk mencium batu ini setiap kali melewatinya pada putaran thawaf atau menyentuhnya bagi yang mampu atau melambai ke arahnya. Demikian istimewanya batu ini, sampai-sampai thawaf tidak dianggap sah kalau tidak memulai thawaf dari arah yang sejajar dengannya. Sehingga jadilah batu ini salah satu dari syi’ar-syi’ar Islam yang wajib dimuliakan, menurut aturan syariat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”. (Qs. Al Hajj: 32).

Tapi kendati pun demikian, batu adalah batu, dia tidak bisa memberi manfaat kepada siapa pun, atau pun mencelakakannya. Adapun kita sampai menciumnya, itu tidak lebih semata-mata dalam rangka menauladani apa yang diperbuat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai tauladan bagi manusia. Dan konsep ini sangat dipahami sekali oleh generasi pertama ummat ini, para salaf, sampai-sampai Umar bin Khattab Rhadiyallahu 'Anhu, Khalifah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang kedua, ketika menciumnya, ia berkata,
إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه و سلم يقبلك ما قبلتك
“Sesungguhnya Aku benar-benar tahu bahwa kamu hanya batu, tidak bisa memberi manfaat atau celaka, kalau saja Aku tidak melihat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menciummu, Aku tidak akan menciummu”. Muttafaqun ‘Alaihi dari Umar Rhadiyallahu 'Anhu.
read more

Senin, Februari 09, 2009

VALENTINE’S DAY

Pertanyaan : Telah banyak tersebar baru-baru ini perayaan Valentine’s Day (’Idul Hubb) -terkhusus di kalangan para mahasiswi- itu merupakan salah satu hari raya orang-orang kristen. Pada hari itu mode dan pakaian serba merah semua, baju, sepatu, dll. Mereka saling tukar/menghadiahkan bunga berwarna mereka. 
Kami mengharap dari anda penjelasan tentang hukum perayaan seperti ini, serta bagaimana bimbingan anda terhadap kaum muslimin dalam permasalahan ini? 
Semoga Allah senantiasa menjaga dan memelihara engkau. 

Jawab :
read more